PEMERINTAH Kota Semarang menegaskan tidak tutup mata terkait keberadaan bank titil yang terus beroperasi dan menjerat pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Semarang. Lebih dari itu, pemkot mengklaim terus mendorong untuk memanfaatkan bantuan dari pemerintah.

”Sebenarnya bank titil bisa disebut lintah darat karena menerapkan bunga yang tinggi. Tapi, ketika para pedagang merasa terbantu dan bunga tidak memberatkan, maka tidak menjadi soal,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Semarang Litani Satyawati kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Kendati demikian, lanjut dia, masyarakat perlu mempertimbangkan upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk menyelematkan pelaku usaha UMKM. Salah satunya adalah dengan digulirkannya pelayanan dan penerbitan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) secara online. ”Ide awal gagasan itu dilakukan karena pemkot ingin bisa lebih dalam keberadaan UMKM,” katanya.

Selanjutnya, IUMK tersebut dapat digunakan sebagai legal formal untuk mendapatkan berbagai kemudahan. Salah satunya adalah informasi terkait upaya meningkatkan mutu pemasaran. Selain itu, juga mendapatkan bantuan modal melalui dana bergulir yang disediakan Pemkot Semarang. ”Untuk pinjaman di bawah Rp 5 juta tanpa agunan. Sementara di atasnya menggunakan agunan tapi lunak,” terangnya sembari menegaskan kembali bahwa syarat utama adalah memiliki IUMK.

Untuk mendapatkan IUMK, Litani mengklaim cukup mudah. Yaitu, dengan membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) disertai pengantar dari RT di mana usaha tersebut didirikan. Selanjutnya, diketahui oleh RW beserta kelurahan setempat untuk dibawa ke tingkat kecamatan. ”Yang menerbitkan adalah kecamatan. Biayanya adalah nol rupiah alias gratis,” terangnya menyatakan bahwa IUMK berlaku selama lima tahun.

Sejak di-launching di Balai Kota Semarang pada November 2015 lalu, Litani menyatakan bahwa hingga saat ini jumlah masyarakat yang mengajukan mencapai 1.000 lebih. Menurutnya, jika seluruh persyaratan lengkap hanya butuh waktu 3-5 menit IUMK langsung jadi. ”Bentuknya seperti sertifikat. Fungsinya sama seperti SIM (Surat Izin Mengemudi) ketika hendak berkendara,” sambungnya.