Pemandu Wisata Perlu Sertifikat Resmi

943
DIKUKUHKAN : Pengurus DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Wonosobo dilantik kemarin (20/2) oleh ketua DPD HPI Jateng, Pandu Satria Brata. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
DIKUKUHKAN : Pengurus DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Wonosobo dilantik kemarin (20/2) oleh ketua DPD HPI Jateng, Pandu Satria Brata. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
DIKUKUHKAN : Pengurus DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Wonosobo dilantik kemarin (20/2) oleh ketua DPD HPI Jateng, Pandu Satria Brata. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)
DIKUKUHKAN : Pengurus DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Wonosobo dilantik kemarin (20/2) oleh ketua DPD HPI Jateng, Pandu Satria Brata. (Sumali ibnu chamid/radar kedu)

WONOSOBO – Pemandu wisata penting mengantong sertifikat resmi. Hal ini sebagai salah satu tolak ukur, pemandu wisata memahami prinsip-prinsip sebagai pemandu wisata. Sehingga para wisatawan mendapatkan pelayanan yang nyaman dan aman.

“HPI ini harus mampu menjadi wadah bagi para pramuwisata untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan legalitas status pekerjaan mereka,” pinta Ketua DPD HPI Jawa Tengah, Pandu Satria Brata seusai melantik para pengurus Dewan Pengurus Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Wonosobo periode 2016-2021 di aula Hotel Kledung Pass, Sabtu (20/2).

Kepada para pengurus yang dilantik bersamaan dengan acara pelatihan sertifikasi bagi 50 pramuwisata, Pandu juga menekankan bahwa aspek payung hukum bagi para pemandu wisata di era sekarang menjadi teramat penting.