Demi Masa Depan, Jangan Rusak Hutan

287
CINTA LINGKUNGAN: Para pembicara dalam diskusi Grebek Alas Susuk Wangan Limbangan yang menekankan perlunya menjaga kelestarian hutan di Gunung Ungaran. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
CINTA LINGKUNGAN: Para pembicara dalam diskusi Grebek Alas Susuk Wangan Limbangan yang menekankan perlunya menjaga kelestarian hutan di Gunung Ungaran. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
CINTA LINGKUNGAN: Para pembicara dalam diskusi Grebek Alas Susuk Wangan Limbangan yang menekankan perlunya menjaga kelestarian hutan di Gunung Ungaran. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
CINTA LINGKUNGAN: Para pembicara dalam diskusi Grebek Alas Susuk Wangan Limbangan yang menekankan perlunya menjaga kelestarian hutan di Gunung Ungaran. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Banyak warga Kendal yang diuntungkan dengan keberadaan Gunung Ungaran. Salah satunya warga Kecamatan Limbangan. Banyak petani diuntungan dengan adanya hutan lereng Gunung Ungaran. Makanya harus dilestarikan kehijauannya agar tidak merusak perabadan yang ada.

Demikian disampaikan budayawan asal Semarang Budi Harjono dalam diskusi Grebek Alas Susuk Wangan Limbangan. Menurut pria yang akrab disapa Kiai Budi, bentuk gunung seperti caping yang biasa dimanfaatkan warga untuk lahan pertanian. Selain Gunung Ungaran juga daerah di bawahnya dari dari panas. “Gunung itu simbol kehidupan, sebab banyak harta kekayaan di dalamnya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia,” katanya, kemarin.

Bentuk caping seperti kerucut, menurutnya, semua kegiatan juga simbol dari kehidupan. Yakni agar manusia memiliki tujuan yang tegas dalam hidupnya dan mengerucut pada Sang Pencipta. “Sebagai manusia, kita harus saling bergandengan tangan, tolong menolong, meskipun berbeda agama, suku, bahasa dan bangsa,” tandasnya.