Kurang Perencanaan, Pasar Klitikan Mandek

422
DORONG PERCEPATAN : Proses pembangunan Pasar Klitikan perlu dipercepat agar masyarakat bisa segera memanfaatkan untuk meningkatkan kesejateraan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DORONG PERCEPATAN : Proses pembangunan Pasar Klitikan perlu dipercepat agar masyarakat bisa segera memanfaatkan untuk meningkatkan kesejateraan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DORONG PERCEPATAN : Proses pembangunan Pasar Klitikan perlu dipercepat agar masyarakat bisa segera memanfaatkan untuk meningkatkan kesejateraan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DORONG PERCEPATAN : Proses pembangunan Pasar Klitikan perlu dipercepat agar masyarakat bisa segera memanfaatkan untuk meningkatkan kesejateraan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Terhentinya pembangunan Pasar Klitikan di wilayah Penggaron, lantaran tidak ada perencanaan yang matang. Karena itulah, DPRD Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali mematangkan perencanaan dan segera merealisasikannya hingga selesai.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan, pelaksanaan beberapa proyek pembangunan pasar yang berlokasi di lahan sekitar Rumah Pemotongan Hewan (RPH) itu tidak memenuhi target yang diharapkan. “Dalam merencanakan sesuatu seharusnya lebih detail dan rinci lagi. Tidak seperti sekarang, misalnya Lapak Sementara Pasar Johar, dan juga pembangunan Pasar Peterongan,” ujar politikus PDI Perjuangan itu kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono. Ia mengaku sangat menyayangkan mandeknya pembangunan pasar yang telah dilaksanakan sejak 2013 lalu itu. Menurut dia, hal ini menandakan bahwa sejak awal perencanannya sudah buruk. “Karena pekerjaannya mandek, sehingga bangunan pasar itu terkesan mangkrak,” imbuhnya.