ISI WAKTU LUANG : Amel, pekerja swasta ini mengekspresikan imajinasinya dengan beragam warna pulas ke dalam buku gambar. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ISI WAKTU LUANG : Amel, pekerja swasta ini mengekspresikan imajinasinya dengan beragam warna pulas ke dalam buku gambar. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ISI WAKTU LUANG : Amel, pekerja swasta ini mengekspresikan imajinasinya dengan beragam warna pulas ke dalam buku gambar. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ISI WAKTU LUANG : Amel, pekerja swasta ini mengekspresikan imajinasinya dengan beragam warna pulas ke dalam buku gambar. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Anggapan bahwa mewarnai merupakan kegiatan anak-anak, harus ditepis. Orang dewasa pun dapat larut dalam keasyikan mewarnai, bahkan kegiatan ini diyakini sebagai sebuah terapi relaksasi. Seperti apa?

YA, coloring book for adults kini tengah tren di masyarakat. Sesuai dengan namanya, coloring book, buku ini menyajikan sejumlah gambar dengan bidang-bidang yang perlu dipulas. Hanya saja, pola yang disajikan jauh lebih rumit dari buku yang biasanya diwarnai anak-anak. Begitu juga bidang-bidang yang harus dipulas, disekat dengan sulur maupun lekukan-lekukan yang membuatnya lebih sempit.

Tema yang disajikan pun beragam. Mulai dari pohon, bunga, alam, arsitektur, gambar wajah, tulisan berisi penyemangat ataupun sekedar pola-pola abstrak yang disusun sedimikian rupa sehingga tampil menarik. “Kalau saya, suka mewarnai buku dengan tema tempat dan perjalanan. Dengan begitu, saya serasa berkhayal benar-benar mengunjungi tempat tersebut. Turki, Jepang, Prancis dan lain-lainnya,” ujar Hapsari.