SEMARANG – DPRD menilai program kartu tani yang diunggulkan Gubernur Jawa Tengah belum menampakkan hasil. Buktinya dua tahun lebih kepemimpinan gubernur, kartu tani baru diterapkan di Kabupaten Batang. Itu pun terbatas dan belum semua petani bisa menggunakan program tersebut.

Ironisnya perangkat untuk kartu tani yakni pendataan petani sampai saat ini belum dilakukan. Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Chamim Irfani mengaku heran dengan kinerja pemprov. Selama bertahun-tahun, belum ada data riil jumlah petani di Jawa Tengah. Padahal ini merupakan peranti wajib agar kartu tani yang dijanjikan Gubernur Jateng bisa terealisasi. ”Jumlah petani di Jateng saja tidak ada data pasti. Kinerja SKPD ini perlu dipertanyakan,” katanya.

Dewan mengaku tidak habis pikir dengan kinerja pemprov. Sebab data petani antara BPS dan Dinas Pertanian berbeda. Selain itu, data yang dimiliki juga belum valid. Mestinya sebelum memprogramkan kartu tani, pemprov harus sudah memiliki data petani secara detail. Yang dikategorikan petani itu siapa dan apa kriterianya. ”Tidak seperti sekarang, semua serba tidak pasti. Padahal Jateng merupakan salah satu daerah penyokong pangan dan dikenal sebagai daerah pertanian,” ujarnya.

Tahun ini, pendataan petani di Jawa Tengah pun baru dimulai. Setbakorluh Jateng mengalokasikan anggaran Rp 17 miliar untuk mendata petani di 20 kabupaten/kota. Dewan menilai program pemprov untuk petani masih belum jelas, sehingga tidak ada kesamaan visi di SKPD. ”Ini hanya untuk pendataan petani dan kami harus terus mendesak. Pemprov mestinya sudah memiliki program perencanaan yang matang, agar kinerjanya bagus,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Yudi Sancoyo menambahkan, pemprov mestinya bekerja cepat untuk menyejahterakan petani. Ia mengaku saat ini banyak generasi muda yang enggan bertani karena secara ekonomis tidak menggiurkan. Misalnya ketika musim tanam diserang penyakit atau hama, petani harus menanggung semua biaya sendiri. ”Dan masih semakin sengsara ketika musim panen, harga anjlok. Mestinya pemprov bisa mengatasi masalah seperti ini,” katanya. (fth/ric/ce1)