SIAGA BENCANA: Sekda Pemkab Demak Singgih Setyono bersama Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo dan Dandim 0716 Demak Letkol Inf Nanang T Wibisono meninjau peralatan kesiapan menghadapi bencana disela apel siaga bencana di Mapolres Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SIAGA BENCANA: Sekda Pemkab Demak Singgih Setyono bersama Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo dan Dandim 0716 Demak Letkol Inf Nanang T Wibisono meninjau peralatan kesiapan menghadapi bencana disela apel siaga bencana di Mapolres Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SIAGA BENCANA: Sekda Pemkab Demak Singgih Setyono bersama Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo dan Dandim 0716 Demak Letkol Inf Nanang T Wibisono meninjau peralatan kesiapan menghadapi bencana disela apel siaga bencana di Mapolres Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SIAGA BENCANA: Sekda Pemkab Demak Singgih Setyono bersama Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo dan Dandim 0716 Demak Letkol Inf Nanang T Wibisono meninjau peralatan kesiapan menghadapi bencana disela apel siaga bencana di Mapolres Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Upaya Provinsi Jateng untuk memediasi persoalan penutupan pintu Bendung Wilalung yang ada di perbatasan antara Desa Babalan, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dengan Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak hingga kini masih deadlock.

Ini terjadi lantaran perwakilan dari Pemkab Kudus tidak mau menghadiri upaya mediasi dari provinsi tersebut. Seperti diketahui, beberapa hari lalu, sempat akan terjadi bentrok antara warga wilayah Demak dengan warga wilayah Undaan Kudus gara-gara air bendung Wilalung hanya dialirkan ke wilayah Demak saja melalui 3 pintu kearah Sungai Wulan. Sebaliknya, 9 pintu yang mengarah ke wilayah Kudus dan Juwana Pati justru dicor beton dan ditutup semua. Akibatnya, air bendung Wilalung meluap dan membanjiri areal persawahan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Dempet, Demak.

Sekda Pemkab Demak, Singgih Setyono mengatakan, masalah penutupan pintu bendung Wilalung oleh pihak Kabupaten Kudus tersebut sudah dilaporkan ke Provinsi Jateng. Bahkan, beberapa tahun lalu, bending Wilalung juga telah ditinjau Wakil Gubernur Heru Sujatmoko. Sampai sekarang, upaya penyelesaian terus diupayakan pihak provinsi. “Namun, pihak dari Kudus tidak hadir. Karena itu, pembicaraan belum final,” katanya disela apel kesiapsiagaan bencana di Mapolres Demak, kemarin.