Kerugian Bencana Capai Rp 13 Miliar

277

SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat sejak November 2015 hingga pertengahan Februari 2016 ini kerugian akibat bencana mencapai Rp 13.040.765.000.

Hal ini mengingat dalam tiga bulan terakhir banyak kejadian bencana, seperti angin puting beliung, banjir, maupun tanah longsor. Potensi bencana masih terus mengintai di wilayah Jawa Tengah, terutama bencana tanah longsor paling diwaspadai. ”Jumlah kerugian terbesar terjadi di Kabupaten Cilacap, yakni mencapai Rp 1,9 miliar,” kata Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana, Jumat (19/2).

Di Kabupaten Cilacap ada 42 kejadian bencana, yakni 15 kejadian puting beliung, 3 kejadian banjir, dan 14 kejadian tanah longsor. Meski mengalami kerugian tertinggi, bencana yang terjadi di Cilacap tidak mengakibatkan banyak korban jiwa, yakni satu korban jiwa.

Jumlah korban jiwa terbanyak terjadi di Kabupaten Purworejo akibat bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Gebang, Purworejo pada 6 Februari 2016 lalu, yakni menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak 7 orang. ”Jumlah korban meninggal di Purworejo terbesar di Jateng dalam kurun waktu tiga bulan terakhir,” imbuhnya.

Berikutnya bencana di Kabupaten Grobogan, mengakibatkan 3 korban jiwa dan Kota Semarang 2 korban jiwa. ”Selama tiga bulan terakhir, total korban jiwa sebanyak 18 orang.” Lebih lanjut, kata dia, bencana terbanyak yang melanda Jawa Tengah adalah tanah longsor, yakni sebanyak 166 kejadian, diikuti bencana angin puting beliung yakni 132 kejadian dan banjir 62 kejadian. (amu/ric/ce1)