JAUH DARI HARAPAN: Alat berat memadatkan lahan di lokasi proyek pembangunan ruas tol Bawen-Salatiga di daerah Tuntang, Kabupaten Semarang. Curah hujan yang tinggi membuat alat berat tidak bisa beroperasi maksimal. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JAUH DARI HARAPAN: Alat berat memadatkan lahan di lokasi proyek pembangunan ruas tol Bawen-Salatiga di daerah Tuntang, Kabupaten Semarang. Curah hujan yang tinggi membuat alat berat tidak bisa beroperasi maksimal. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Upaya percepatan pembangunan jalan tol trans Jawa lagi-lagi mendapatkan hambatan. Hujan deras yang sering turun membuat alat berat untuk memadatkan tanah tidak bisa bekerja optimal.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang, pembangunan jalan tol di ruas Bawen-Salatiga di daerah Tuntang belum terlihat adanya progres yang berarti. Dari beberapa alat berat, hanya satu unit yang beroperasi. Pengerjaannya pun baru memasuki tahap pemadatan tanah.

Menanggapi hal itu, Direktur Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ) Arie Irianto menuturkan, lambatnya progres percepatan ini dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi. Pihaknya harus menunggu titik moisture optimum content ideal atau kadar kelembaban tanah yang pas agar alat berat bisa beroperasi.