PELAKU PEDOFILIA: Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Fiernando Ardiansyah saat menginterogasi Dimas Aldiansyah, pelaku pedofil terhadap dua siswi SD di Mapolres setempat. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELAKU PEDOFILIA: Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Fiernando Ardiansyah saat menginterogasi Dimas Aldiansyah, pelaku pedofil terhadap dua siswi SD di Mapolres setempat. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELAKU PEDOFILIA: Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Fiernando Ardiansyah saat menginterogasi Dimas Aldiansyah, pelaku pedofil terhadap dua siswi SD di Mapolres setempat. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELAKU PEDOFILIA: Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Fiernando Ardiansyah saat menginterogasi Dimas Aldiansyah, pelaku pedofil terhadap dua siswi SD di Mapolres setempat. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Sorang pemuda yang diduga mengidap pedofilia tertangkap basah sedang mencabuli seorang siswi SD di sebuah musala. Alhasil, pria yang diketahui bernama Dimas Aldiansyah, 21, itu langsung dihujani bogem mentah warga sekitar, sebelum akhirnya dibawa ke kantor polisi. Setelah dilakukan pengembangan, diketahui korban Dimas ternyata lebih dari satu anak.

Kini, Dimas harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut di sel tahanan Polres Kendal untuk menunggu peradilannya. Kepada penyidik reserse kriminal Polres Kendal, warga Dukuh Pugowati Desa Margomulyo Kecamatan Pegandon Kendal itu mengaku sudah dua kali mencabuli anak SD.

Korban pertama adalah DS, warga Kecamatan Pegandon, dan satu korban lainnya adalah QZ warga Kecamatan Gemuh. Dimas mengaku memang dirinya berhasrat jika melihat anak kecil perempuan. Sasarannya adalah siswi SD yang pulang sekolah yang tidak dijemput orang tuanya dan berjalan sendiri. Caranya, pelaku menanyakan perihal kemaluan korban, kemudian menariknya untuk diajak ke tempat sepi untuk melucuti pakaian sang anak.

Terhadap korban DS, Dimas mengaku jika dirinya awalnya sedang jalan-jalan menaiki sepeda ontel. Saat itu, korban melihat DS berjalan sendiri sepulang sekolah. Korban kemudian menanyakan kepada DS perihal apakah kemaluannya kecil atau besar.

”Korban kan jadi bertanya-tanya dan penasaran, lalu saya ajak korban ke tempat sebuah kebun yang sepi. Setelah itu korban saya suruh lepas celana dan semua pakaiannya. Saya jadi berhasrat, lalu saya gesek-gesekkan kemaluan saya, terus akhirnya saya masukkan,” akunya, kemarin.

Korban selanjutnya, yakni QZ, yang juga siswi SD. Sama halnya DS, QZ juga digarap korban sepulang sekolah. Caranya pun sama, yakni membuat korban penasaran dengan menanyakan seputar kelamin korban. ”Tapi korban kali ini tidak saya garap di kebun, melainkan di sebuah musala di desa setempat yang kebetulan sepi dari pantauan warga,” ujarnya.

Tapi, perbuatan bejat Dimas ternyata diketahui paman korban. Pelaku langsung diteriaki dan warga beramai-ramai menangkap pelaku yang berusaha kabur. Pelaku kemudian dimassa dan diseret ke Polres Kendal. Dimas mengaku tidak mengenal kedua korbannya yang digarapnya di dua tempat yang berbada.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Fiernando Ardiansyah mengatakan, modus pelaku pencabulan ini dengan merayu korban dan membujuknya ke sebuah kebun kosong. ”Korban diminta tiduran dan diancam akan dibunuh jika tidak menuruti kemauan pelaku,” katanya.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 81 jo pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Polisi mengamankan sepeda ontel milik pelaku yang kerap digunakan untuk beraksi dan pakaian korban saat dicabuli. ”Kami sudah memeriksa dan melakukan visum terhadap korbannya, selain itu kami juga sudah memeriksa saksi-saksi,” ujarnya. (bud/aro/ce1)