ANTISIPASI DBD: Kerja bakti yang dilakukan para PNS di lingkungan Pemkot Salatiga untuk memberantas sarang nyamuk, kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTISIPASI DBD: Kerja bakti yang dilakukan para PNS di lingkungan Pemkot Salatiga untuk memberantas sarang nyamuk, kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTISIPASI DBD: Kerja bakti yang dilakukan para PNS di lingkungan Pemkot Salatiga untuk memberantas sarang nyamuk, kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTISIPASI DBD: Kerja bakti yang dilakukan para PNS di lingkungan Pemkot Salatiga untuk memberantas sarang nyamuk, kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA- Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, sekaligus menyukseskan upaya Kota Salatiga meraih Penghargaan Adipura, Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris SS, MSi meresmikan pencanangan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 2016. “Ini sudah sejalan dengan Gerakan Indonesia bersih Sampah 2020,” ujar Wawali di halaman pemkot saat memimpin apel luar biasa pencanangan gerakan PSN, Jumat pagi (19/2).

Muh Haris menegaskan, pentingnya kegiatan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Sebab, kegiatan tersebut tidak hanya mengurangi sampah yang dihasilkan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sebetulnya kita telah sering melakukan kegiatan kebersihan semacam ini, yakni resik-resik kutho, baik yang dilaksanakan secara rutin maupun yang terkait dengan momen-momen khusus,” imbuh Wawali.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus demam berdarah di Jateng pada 2015 mengalami peningkatan jika dibanding dengan tahun sebelumnya dengan kenaikan kasus sebesar 45,8 persen (dari 33.28/100.000 penduduk menjadi 48.55/100.000 penduduk ).