Rela Melatih Demi Pakem

247
Paula Wiwiek Purboziwi (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
Paula Wiwiek Purboziwi (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
Paula Wiwiek Purboziwi (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
Paula Wiwiek Purboziwi (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

Maraknya perias pengantin modifikasi yang keluar dari jalur pakem adat tata rias budaya Jawa membuat Ketua Himpunan Ahli Rias Pengantin Melati (Harpi) Kota Pekalongan, Paula Wiwiek Purboziwi, merasa prihatin.

Sebagian besar mereka asal merias, tanpa memperhatikan etika dan pakem untuk sebuah rias pengantin yang benar dan baik. Padahal biaya yang ditarik para perias pemula tersebut, terkadang lebih besar jika dibandingkan dengan perias pakem profesional.

Hal itu terungkap ketika Harpi Melati Kota Pekalongan melakukan evaluasi kinerja tahunan yang dilakukan di Jalan Jawa, Kamis (18/02) kemarin. Pasalnya jika para perias pemula dan modifikasi tidak dibina, dan diarahkan maka lambat laun budaya asli tata rias pengantin pakem Jawa akan punah, dan tidak lagi dikenal oleh masyarakat.

1
2
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here