Pembangunan Fisik Dibawah Rp 50 Juta Ditanggung Desa

296

DEMAK- Dana pembangunan infrastruktur fisik dengan nilai dibawah Rp 50 juta menjadi tanggungan setiap desa lewat APBDes setempat. Ini karena masing-masing desa telah mengelola dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD).

Sedangkan, di tingkat kelurahan sekarang juga telah mengelola dana program penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP) dari pemerintah pusat. Dana P2KP mencapai Rp 3 miliar sehingga 6 kelurahan di Kecamatan Demak Kota masing-masing mengelola Rp 400 juta. Yaitu, Kelurahan Betokan, Bintoro, Mangunjiwan, Singorejo, Kadilangu dan Kalicilik. Pembangunan fisik itu antara lain bisa berbentuk talud atau saluran dan lainnya.

Demikian disampaikan Camat Demak Kota Fatkurrahman melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Suparyono disela musyawarah rencana pembangunan kecamatan (musrenbangcam) di Aula Kantor Kecamatan Demak Kota, kemarin.

Menurutnya, dalam musrenbangcam itu dibagi dalam 3 komisi. Yakni, komisi bidang fisik, pemberdayaan dan pembinaan masyarakat. “Selama ini, musrenbangcam didominasi soal program fisik saja. Karena itu, sekarang kita juga fokus untuk pemberdayaan, utamanya yang melibatkan kaum perempuan. Karena itu, setiap desa dan kelurahan wajib mengirimkan dua perempuan,” katanya.

Suparyono menambahkan, musrenbangcam tidak lagi sekadar formalitas semata. Namun, apa yang disampaikan desa/kelurahan tetap direalisasi. Beberapa prioritas pembangunan telah disiapkan. Antara lain, penyiapan dan pembangunan Kantor Kecamatan Demak Kota. Sebab, kantor yang ditempati sekarang berada diatas lahan PT KAI atau tanah PJKA. Karena itu, sedang direncanakan kantor dipindah.

Selain itu, musrenbang juga mengusulkan pembangunan jembatan penghubung Kelurahan Betokan. Jembatan kayu itu akan dibangun secara permanen dengan cor beton sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat. “Sedangkan, serapan anggaran Kecamatan Demak Kota pada 2015 meningkat dari 55 persen (tahun sebelumnya) menjadi 67 persen. Yakni, dari anggaran Rp 102 miliar terealisasi Rp 79 miliar,” terangnya. Menurutnya, karena Kecamatan Demak Kota menjadi tolak ukur kecamatan lainnya, maka sebelum diadakan musrenbangcam juga telah dilakukan pra musrenbangcam. “Semua kita rekap,” tandasnya. (hib/zal)