Aktivitas Nelayan Sumbang PAD

251
TUAN RUMAH: Pegulat dari berbagai daerah di Indonesia ketika menjalani pemeriksaan kesehatan jelang Indonesia Open di Semarang beberapa waktu lalu. Saat ini Jateng ditunjuk untuk menggelar babak kualifikasi PON cabor gulat.
TUAN RUMAH: Pegulat dari berbagai daerah di Indonesia ketika menjalani pemeriksaan kesehatan jelang Indonesia Open di Semarang beberapa waktu lalu. Saat ini Jateng ditunjuk untuk menggelar babak kualifikasi PON cabor gulat.

SEMARANG – Aktivitas nelayan di pantai utara Jateng menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup tinggi. Dari data Komisi C DPRD Jateng, Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang, Kendal menyumbang Rp 45,97 juta per tahun.

Angka tersebut didapat dari retribusi sewa lahan dan bangunan kios di PPP Tawang. Data juga menyebutkan, sejak berdiri pada 2011 hingga sekarang sudah ada 53 unit kios. Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto mengaku sangat apresiatif dengan pencapaian PPP Tawang Kendal tersebut. ”Semoga di 2016 ini, kontribusi PAD dapat lebih meningkat lagi,” ucapnya setelah meninjau PPP Tawang, kemarin.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly menambahkan, meski memberikan kontribusi positif untuk PAD Jateng, namun Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Jateng sebagai pengelola PPP Tawang Kendal harus mengimbangi. Salah satunya dengan meningkatkan pelayanannya terhadap nelayan. Menurut dia sarana dan prasarana di PPP Tawang harus tetap diperhatikan serius.

”Tingginya PAD harus diimbangi dengan peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan. Seperti tempat sandar kapal, fasilitas pelelangannya, dan paling penting lagi yakni pembenahan muara,” tutur politisi PAN ini.

Senada diungkapkan anggota Komisi C lain, Tety Indarti. Politikus Partai Demokrat ini menilai pendapatan retribusi PPP Tawang dapat meningkat apabila sarana dan prasarananya memadai. Sedangkan, anggota Komisi C Ahmad Ridwan mengatakan pendapatan dan belanja itu harus seimbang.

”Untuk meningkatkan pelayanan terhadap petani nelayan, maka sudah seharusnya pembelanjaan untuk sarana/ prasarana diperlukan. Nggak apa-apa kalau belanjanya dinaikkan karena multiplier effect efek berantai terhadap pendapatan bisa naik,” kata politikus PDI Perjuangan ini. (amh/ric/ce1)