Kadisdik Anggap Wajar, Ortu Berencana Pindahkan Anak

271

SALATIGA –Pelaporan orang tua siswa kasus pemukulan siswa oleh guru SD Ledok 2 ke polisi ditanggapi dingin oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Salatiga. Bahkan Kepala Dinas menyatakan kasus telah selesai dan kedua belah pihak telah saling memaafkan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Niken Lidiastuti saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, kemarin siang. “Saya sudah memanggil kepala sekolah dan pihak terkait untuk menjelaskan kronologisnya. Dan mereka sudah tandatangan pernyataan dan sudah selesai kasusnya. Yang dilakukan pak Sutrisno adalah wajar yakni mengingatkan dan tujuannya membina anak,” jelas Niken.

Menurutnya, tidak ada pemukulan dalam kejadian itu. Guru kelas 2 SD Ledok 2 Sutrisno memberikan peringatan dengan menggunakan tongkat dan tidak memukul. Selain itu, kepala sekolah juga juga telah memeriksa tubuh anak dan tidak menemukan adanya luka seperti yang disebutkan orang tua korban.

“Sekarang itu zaman digital. Misalnya ini tangan saya habis di bekam dan saya menyebut korban KDRT karena ada memar merah, bisa tidak?,” ujar perempuan berkerudung ini sambil menunjukkan tangan kirinya yang ada bercak merahnya.

Lebih jauh ia mengimbau kepada seluruh orang tua untuk bersama sama mendidik anak. Orang tua diminta untuk juga peduli dengan pendidikan anak dan jangan seluruhnya dibebankan kepada sekolah. Terlebih kepada anak, lanjut Niken, yang mungkin lebih hiper aktif untuk bersama mendidik anak.

Sementara itu, orang tua anak kemarin memenuhi panggilan penyidik Polres guna memberikan keterangan tambahan terkait pelaporan mereka. Saat bertemu wartawan, ibu siswa, Dewi Meina menjelaskan jika memang sudah memberikan maaf, tetapi kasus hukum tetap jalan terus. Terlebih, dia tersinggung saat disebutkan tidak adanya luka di tubuh anak oleh kepala sekolah SD Ledok 2. “Anak ini sementara tidak masuk sekolah dahulu. Kami berencana memindahkan anak ke sekolah lain untuk memastikan tidak ada gangguan psikis ke depannya,” jelas Bayu Utomo, ayah anak kepada wartawan.