DEMAK- Banyaknya potensi ekonomi lokal di Kota Wali, mendorong Forum of Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) terus berpacu mengembangkan klaster-klaster baru. Ini antara lain untuk membuka lapangan kerja di tengah ekonomi masyarakat yang sedang lesu.

Kabid Ekonomi Bappeda Pemkab Demak, Joko Wiyono mengungkapkan, Fedep terus berkiprah menyumbangkan pemikiran melalui forum yang ada. Forum ini bertugas meneliti, dan mengembangkan potensi lokal tersebut. “Ini sudah berjalan tiga tahun terakhir sehingga dapat membuka pekerjaan baru. Kita akomodir kepentingan klaster-klaster demi mensejahterakan masyarakat Demak,”katanya disela evaluasi kegiatan 2015 dan rencana pelaksanaan kegiatan 2016 di ruang Aula Bappeda, kemarin.

Ada beberapa klaster yang berhasil berkembang baik. Diantaranya, klaster ternak kambing, klaster pengolahan rajungan, klaster buah jambu delima dan belimbing, klaster beras melati dari Desa Mlatiharjo, klaster rebung untuk lunpia, klaster kerupuk tayamum, klaster susu jagung, klaster olahan makanan, industry pertanian dan lainnya. “Kita terus berupaya memfasilitasi banyak klaster ini, namun itu semua juga tergantung pelaku usaha klaster tersebut,” tandasnya.

Ketua Fedep, Heri Sugihartono mengatakan, Fedep sangat berkepentingan bagaimana menyiapkan klaster-klaster yang ada, meski tidak selalu baru. “Yang penting bagaimana kemasan atau casing produk yang dikembangkan klaster ini menarik. Kita juga perlu mengembangkan model produk yang sudah melegenda. Misalnya kerupuk tayamum Kalitekuk dan Ngaluran. Bagaimana kerupuk itu dapat diolah dengan berbagai bentuk yang menarik,”ujar Heri.

Menurutnya, produk olahan trasi Bonang juga menarik untuk dikembangkan. Sejauh ini, kata dia, trasi penyedap sambal makanan itu ternyata kemasannya dilakukan daerah lain. “Misalnya, trasi Bonang menjadi trasi Juwana. Karena itu, bagaimana kita inisiasi bentuk atau kemasan untuk klaster usaha ekonomi masyarakat kita ini dengan baik sehingga dapat bersaing,” tandasnya. (hib/zal)