PERLU DIKEBUT: Sejumlah alat berat meratakan tanah di lokasi pembangunan tol Bawen-Salatiga di daerah Tuntang. Minimnya alat berat yang beroperasi mengakibatkan pembangunan ruas tol terus molor. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PERLU DIKEBUT: Sejumlah alat berat meratakan tanah di lokasi pembangunan tol Bawen-Salatiga di daerah Tuntang. Minimnya alat berat yang beroperasi mengakibatkan pembangunan ruas tol terus molor. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PERLU DIKEBUT: Sejumlah alat berat meratakan tanah di lokasi pembangunan tol Bawen-Salatiga di daerah Tuntang. Minimnya alat berat yang beroperasi mengakibatkan pembangunan ruas tol terus molor. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Pembebasan lahan masih saja jadi kendala percepatan proyek tol trans Jawa. Meski begitu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menargetkan seluruh permasalahan lahan sudah beres Mei mendatang.

Ganjar mengaku, pembebasan lahan sempat terganjal masalah teknis dari pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Pemerintah Pusat. Masih banyak ruas jalan tol yang belum menyambung gara-gara ada lahan yang belum clear.

Menurutnya, ada wilayah yang siap dieksekusi namun uang dari PPK belum disediakan. Hal itu terjadi di ruas Pekalongan yang hanya terdapat interchange. Dirincikan pada wilayah tersebut, terdapat 13 bidang tanah yang sudah divalidasi namun belum dibayar. Sisanya, 29 bidang tanah sudah setuju untuk dibebaskan, namun belum divalidasi kepemilikannya. Sisanya, 6 bidang masih menunggu kepastian keberatan, dan 4 bidang tanah milik Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pekalongan.