Mirna, Fokus Infrastruktur Jalan, Masur: Fokus Benahi Desa

495
KOMPAK: Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal nomor urut 2, Mirna Annisa-Masrur Masykur saat Debat Kandidat Terbuka yang digelar KPU Kendal, Rabu (2/12) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal nomor urut 2, Mirna Annisa-Masrur Masykur saat Debat Kandidat Terbuka yang digelar KPU Kendal, Rabu (2/12) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Mirna Annisa dan Masrur Masykur telah resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kendal setelah kemenangannya di Pilkada Kendal 9 Desember 2015 lalu. Sikap merakyatnya Mirna dan keinginan kuatnya untuk mengembalikan Kendal sebagai Kota Beribadat rupanya diamini masyarakat Kendal. Hal itu terbukti dengan kemenangan Mirna mencapai 62 persen suara.

Menariknya, Mirna menjadi satu-satunya bupati perempuan termuda termuda di Jateng. Bahkan Mirna ini digadang-gadang dapat menjadi politisi besar dari Partai Gerindra hingga tingkat nasional nantinya. Tentunya jika Perempuan kelahiran 22 Oktober 1981 itu berhasil membangun Kendal.

Hari (17/2) ini, baik Mirna dan Masrur akan didlantik sebagai orang nomor satu di Kendal periode 2016-2021. Keduanya dilantik secara resmi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Lapangan Pancasila (Simpang Lima) Kota Semarang. Pasangan ini sebelumnya diusung oleh Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Hanura.

Paska Pelantikan, tentu masyarakat penasaran dengan tindakan apa yang akan dilakukannya dalam waktu dekat. Mirna sendiri membeber kepada Jawa Pos-Radar Semarang tentang hal-hal yang dilakukannya selama memimpin Kendal lima tahun kedepan.

Istri dari AKBP Ferry Sandi Sitepu mengatakan jika nasib Kabupaten Kendal lima tahun ke depan jauh lebih baik. Hal pertama yang akan ia benahi, yakni ia akan fokus dengan perbaikan infrastruktur jalan. “Sebab masyarakat Kendal ini sudah jenuh dan sangat mengharapkan jalan-jalan di Kendal semuanya bagus,” katanya, kemarin.

Namun ia juga janji akan mulai memperbaiki sistem pelyanan birokrasi yang terkesan lamban dan berbelit, pendidikan yang masih banyak pungli, pelayanan kesehatan , pariwisata, ekonomi serta seni dan budaya. “Saya pastikan lima tahun ke depan Kendal akan menjadi lebih baik. Kita semua menginginkan adanya perubahan itu,” ujar Mirna.