Tukang Sol Sepatu Meninggal di Kos

400

PEKALONGAN-Marta, 57, tukang sol sepatu yang tinggal di tempat kos Jalan Dr Setiabudi nomor 20 Noyontaansari Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Minggu (14/2) kemarin. Pria yang tinggal sendirian tersebut, diketahui meninggal dunia di kamar kos-kosan dalam posisi terbaring di lantai beralaskan tikar.

Kapolsek Pekalongan Timur, Kompol Agus Riyanto mengatakan bahwa penemuan mayat tersebut atas laporan pemilik kos, Khusin, 66, warga Landungsari Gang 07 Noyontaansari Pekalongan Timur Kota Pekalongan.

“Penemuan ini atas laporan pemilik kos dan tukang parkir di sekitar lokasi. Kami segera bertindak dan kini sudah kami bawah ke rumah sakit (RS),” jelasnya.

Dibeberkan lebih lanjut, menurut pengakuan saksi pemilik kos, sekitar pukul 20.00 korban mengeluh kepada temannya Dadang Suminta, 44, tukang parkir warga Landungsari Gang 07 Noyontaansari Pekalongan Timur Kota Pekalongan. “Korban mengaku kepada temannya, tukang parkir, bahwa dadanya terasa sakit malam harinya,” jelasnya.

Kemudian korban minta dibikinkan teh anget. Menjelang tengah malam, korban masuk kamar. Selang berapa menit kemudian, korban kembali mengeluh kesakitan. Merasa iba, Dadang yang kasihan menyuruh korban untuk berobat, namun tidak respon.

Pada hari Minggu sekitar pukul 09.00, Dadang merasa curiga karena tidak seperti biasanya lampu kamar korban sampai siang masih menyala dan pintu kamar masih tertutup. Kemudian Dadang mencoba mengecek kamar korban, setelah masuk kamar masih mendapati korban tertidur dan mencoba membangunkan. Namun korban tidak juga terbangun dan ternyata sudah meninggal dunia, karena tubuh sudah terasa dingin dan kaku. Akhirnya Dadang melapor ke pemilik kos dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Pekalongan Timur.

Setelah dilakukan cek TKP, mayat korban dibawa ke RSUD Bendan dengan hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dan diindikasikan meninggal dunia karena sakit. “Saat ini, pihak keluarga sudah kami hubungi. Kini mereka masih dalam perjalanan dari Jawa Barat, sedangkan jenazah saat ini masih di kamar jenazah RSUD Bendan, menunggu dibawa pulang keluarganya,” tandas Agus. (han/ida)