Tanah Bergerak, 93 Rumah Rawan Longsor

Mengungsi Saat Hujan

328
AMBROL : Salah satu rumah warga di Kecamatan Salaman jebol akibat bencana tanah longsor beberapa hari lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
AMBROL : Salah satu rumah warga di Kecamatan Salaman jebol akibat bencana tanah longsor beberapa hari lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
AMBROL : Salah satu rumah warga di Kecamatan Salaman jebol akibat bencana tanah longsor beberapa hari lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
AMBROL : Salah satu rumah warga di Kecamatan Salaman jebol akibat bencana tanah longsor beberapa hari lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID— Pemerintah Kabupaten Magelang harus waspada dengan ancaman tanah longsor di wilayahnya. Di Desa Sidosari Kecamatan Salaman diperkirakan ada sekitar 93 rumah dengan ratusan penghuni yang setiap hari hidup di bawah ancaman tanah longsor.

Kepala Desa Sidosari mengatakan jumlah rumah yang terancam itu ada di empat dari tujuh dusun. Kranjang Lor 1, Kranjang Lor 2, Palungan, dan Banaran.

“Total dari tiga dusun terdapat 90 rumah, sementara untuk di Dusun Palungan ada tiga rumah yang rawan. Di Dusun Palungan rumahnya mengalami retak-retak,” kata Kades.

Bahkan, lanjut dia, setiap hujan, warga melaporkan jika tanah mengalami pergerakan. ”Ini yang membuat warga sebagian ada yang mengungsi saat hujan deras,” papar dia.

Sejauh ini, kata dia, untuk antisipasi agar tidak terjadi bencana tanah longsor, warga melakukan kerja bakti. Yaitu membuat saluran irigasi di sekitar tanah retak. Selain itu, warga juga menutup rekahan dengan tanah.

“Hal ini agar air tidak semakin banyak yang masuk ke dalam tanah. Serta rekahan agar tidak semakin melebar,” urainya.