Dikatakan Sujarwanto, pihaknya juga telah memerintahkan camat untuk melakukan sosialisasi dan musyawarah dengan warga terkait pemindahan sekolah dan lokasi baru untuk sekolah tersebut. Dia meminta agar pemilihan lahan untuk sekolah jangan sampai dimanfaatkan oleh orang-orang yang akan mencari keuntungan pribadi. Sujarwanto juga sudah menginstruksikan kepada Sekda Kabupaten Semarang untuk melakukan penganggaran, juga mengawal agar relokasi sekolah dapat segera dilaksanakan.

“Saya minta camat untuk silent dalam mencari tanah pengganti. Kalau tidak silent, banyak yang berdagang tanah. Saya juga sudah instruksikan pada Sekda untuk penganggarannya dan mengawal rencana itu. Mudah-mudahan dapat segera terealisasi, tinggal sebatas mana politik anggaran nanti mendukungnya,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, sangat mendukung rencana pemindahan SMPN 3 Banyubiru. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk orang tua murid untuk membahas rencana pemindahan lokasi sekolah. Sebab, pemindahan sekolah akan berdampak pada berubahnya jarak tempuh yang lebih jauh. Selain itu, di Banyubiru belum ada angkutan umum yang melayani rute SMPN 3 Banyubiru “Kami sangat setuju pemindahan sekolah, karena memang rawan longsor. Tetapi kami harus koordinasi terkait aspek sosial dan ekonomi,” tuturnya. (tyo/aro)