PANTAU TANAH LONGSOR: Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang saat melakukan pantauan rutin tanah longsor di Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTAU TANAH LONGSOR: Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang saat melakukan pantauan rutin tanah longsor di Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTAU TANAH LONGSOR: Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang saat melakukan pantauan rutin tanah longsor di Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTAU TANAH LONGSOR: Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang saat melakukan pantauan rutin tanah longsor di Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – SMPN 3 Banyubiru di Dusun Kendal Ngisor, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru akan direlokasi. Sebab, gedung sekolah tersebut berada persis di bawah tebing Bukit Gunung Kelir yang rawan longsor. Bahkan kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah tersebut sempat dipindahkan di musim hujan pada 2015 lalu karena longsoran Bukit Gunung Kelir nyaris menimbun gedung sekolah.
Pejabat Bupati Semarang Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, SMPN 3 Banyubiru sangat berisiko tertimpa bencana tanah longsor. Sehingga perlu dilakukan relokasi, agar para siswa dapat mengikuti KBM dengan tenang.

Sujarwanto berharap rencana relokasi sekolah bisa segera terealisasi. Apalagi intensitas hujan sangat tinggi, sehingga sewaktu-waktu tebing Gunung Kelir bisa longsor. “Sekolah itu berada di derajat risiko yang tinggi. Saya sudah memikirkan untuk SMPN3 harus moving (dipindahkan). Bayangkan saja, untuk proses belajar harus menunggu hujan atau tidak, apa tidak kasihan?” tuturnya, kemarin.