SALATIGA-Kasus pemukulan siswa kelas 2 SD Ledok 2 Salatiga oleh gurunya berbuntut panjang. Upaya klarifikasi yang dilakukan pihak sekolah, memang telah membuat orang tua siswa memaafkan pelaku. Namun belakangan, justru merasa tersinggung ucapan kepala sekolah. Imbasnya, orang tua siswa justru melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Mapolres Salatiga, Senin siang (15/2) kemarin.

Sebelum ke Polres, Ny Dewi Meina Bayu Utomo selaku orang tua anak yang dipukul gurunya, telah mendatangi sekolah. Didampingi paguyuban orang tua murid, mereka bertemu dengan Kepala SD Ledok 2, Sri Handayani serta Sutrisno, guru yang melakukan pemukulan. Dalam pertemuan yang disaksikan aparat kepolisian itu, Sutrisno mengakui memang melakukan pemukulan terhadap NSU, anak Ny Dewi.

Namun, cara yang dilakukannya itu untuk mendidik agar anak tersebut tidak nakal. Selain itu, tidak ada maksud menyakiti dan memukulnya sudah dia perhitungkan tidak akan sakit. “Saat itu ada tugas. Kebetulan dua anak tidak bisa tenang. Saya sudah mengingatkan, tetapi belum juga tenang dan akhirnya saya memukul dengan menggunakan tongkat penunjuk. Itu pun jauh dari niat untuk melukai, karena sepenuhnya untuk mengingatkan murid,” jelas Sutrisno.

Dalam kesempatan itu, Sutrisno meminta maaf kepada orang tua murid dan paguyuban yang ada. Sebenarnya, orang tua korban sudah luluh dan tampaknya bersiap memberikan maaf. Namun pada kesempatan itu, kepala sekolah menjelaskan jika dirinya bersama guru yang lain telah menemui NSU dan melihat tidak ada luka di tubuh anak tersebut.

“Saya ditemani Bu Andini (guru lainnya) memanggil dan melihat tubuh anak. Saya lihat tidak ada luka dan anaknya juga saat ditanya menyatakan tidak ada yang sakit,” jelas Sri Handayani di depan orang tua murid.

Namun lontaran tersebut langsung membuat Ny Dewi tersinggung karena merasa dirinya hanya mengada-ada terkait kasus pemukulan tersebut. “Saya semalam sudah ke dokter untuk dilakukan visum dan memastikan lukanya. Kami pun ada foto luka di pinggang (bukan punggung, red). Kami melapor ini karena kondisi sebenarnya dan tidak ada kebohongan,” tutur Ny Dewi dengan nada emosi saat ditanya wartawan usai pertemuan.