CAGAR BUDAYA: Bangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabluk yang dijual Rp 20 juta per meter. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CAGAR BUDAYA: Bangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabluk yang dijual Rp 20 juta per meter. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CAGAR BUDAYA: Bangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabluk yang dijual Rp 20 juta per meter. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CAGAR BUDAYA: Bangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabluk yang dijual Rp 20 juta per meter. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kabar tak sedap muncul menjelang pelantikan Wali Kota Semarang. Salah satu bangunan cagar budaya milik Pemerintah Kota Semarang, yakni Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabluk yang berlokasi di Jalan Brigjen S Sudiarto No 132 Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang saat ini kondisinya mengenaskan. Tidak hanya itu saja, di lokasi itu bahkan tertulis Dijual, Hubungi 085xxxxxx.

Muhammad Yogi Fajri dari Komunitas Sejarah Lopen Semarang mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Selain tidak terurus, ia mendengar bahwa bangunan tersebut sudah tidak dimiliki oleh pemkot lagi. ”Ini kan lucu. Yang dikatakan cagar budaya adalah tamannya. Sementara bangunannya adalah milik swasta,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (15/2).

Ia menjelaskan, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabluk merupakan salah satu cagar budaya yang seharusnya dijaga oleh pemerintah. Sebab, RPH itu adalah RPH modern yang kali pertama dibangun di kawasan tersebut.