MANFAATKAN RUANG HIJAU: Pelajar SD Rejowinangun mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gajah Wong, Gambiran, Umbulharjo, Jogjakarta, Senin (15/2). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
MANFAATKAN RUANG HIJAU: Pelajar SD Rejowinangun mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gajah Wong, Gambiran, Umbulharjo, Jogjakarta, Senin (15/2). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
MANFAATKAN RUANG HIJAU: Pelajar SD Rejowinangun mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gajah Wong, Gambiran, Umbulharjo, Jogjakarta, Senin (15/2). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
MANFAATKAN RUANG HIJAU: Pelajar SD Rejowinangun mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gajah Wong, Gambiran, Umbulharjo, Jogjakarta, Senin (15/2). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

JOGJA – Meski ruang terbuka di Kota Jogja sudah sangat sulit ditemui, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja tetap akan membangun ruang terbuka hijau (RTH) publik. Rencananya, tahun ini dibangun enam RTH yang pengelolaannya diserahkan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).

”Memang sulit. Tapi, saat ini kami sudah melakukan kajiannya.Tambahannya ada sekitar enam yang sudah siap,” ujar Kepala BLH Kota Jogja Suyana, kemarin (15/2).

Dia menjelaskan, penambahan itu juga bisa berfungsi untuk tetap memberikan ruang interaksi masyarakat. Sehingga, ke depan dengan perkembangan Kota Jogja yang tak dapat dihindari, warga tetap bisa menikmati lingkungan tempat tinggal.

”Kami akan membangun ruang terbuka hijau publik termasuk fasilitas pendukungnya, baru kemudian diserahkan ke wilayah,” tandasnya.

Rencananya, BLH akan membagi enam RTH publik ini di dua kecamatan, yakni Ngampilan dan Pakualaman. Bahkan lokasinya udah pasti. Di Ngampilan berada di Notoprajan. ”Sosialisasi sudah mulai dilakukan,” terangnya.