TETAP TERSENYUM: Terdakwa Joko Mardiyanto dan Joko Soeryanto usai menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP TERSENYUM: Terdakwa Joko Mardiyanto dan Joko Soeryanto usai menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP TERSENYUM: Terdakwa Joko Mardiyanto dan Joko Soeryanto usai menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP TERSENYUM: Terdakwa Joko Mardiyanto dan Joko Soeryanto usai menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Dua terdakwa kasus dugaan korupsi penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 2011 sama-sama divonis 1 tahun 4 bulan (16 bulan) penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (15/2). Keduanya, Joko Mardiyanto (JM), penasihat tim pengkaji proposal yang juga mantan Kabiro Bina Sosial Setda Jateng, dan Joko Soeryanto (JS), ketua tim pengkaji proposal yang juga mantan Kabag Bina Sosial Setda Jateng. Putusan hakim tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jateng selama 1 tahun 6 bulan penjara, serta membayar pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara, dan berkewajiban membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.

Sidang pembacaan vonis kemarin digelar mulai pukul 11.25 hingga 13.10. Kedua terdakwa duduk berdampingan di ruang sidang. Selama hakim membacakan amar putusan, keduanya terlihat diam saja. Duo Joko ini dinilai majelis hakim yang dipimpin Ari Widodo SH MH terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.