SEMARANG – Kebutuhan air bersih di Jawa Tengah hingga kini belum tercukupi. Berdasarkan data dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Tengah, persentase pelayanan air bersih masih 60 persen layanan.

Kepala Dinas PSDA Jawa Tengah, Prasetyo Budie Yuwono mengatakan kekurangan tersebut pada tahun ini akan ditanggulangi dengan pembuatan beberapa waduk, embung, dan sistem pengelolaan air minum ibu kota kecamatan (SPAM IKK) regional. Sebanyak 9 waduk besar di Jawa Tengah akan dibangun guna memenuhi kebutuhan air baku.

”Kebutuhan air bersih di Jawa Tengah masih kurang. Sehingga kita membangun embung, waduk, dan SPAM sebanyak-banyaknya,” katanya, Senin (15/2). Pembangunan SPAM tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Jawa Tengah.

Saat ini delapan SPAM yang sudah dibangun yaitu jalur Bergas (Brebes, Tegal, Slawi). Pada tahun ini, pembangunan SPAM Patang Long (Pekalongan, Batang, Kota Pekalongan) juga tengah dikebut penyelesaiannya.

”Kemudian Wonososukas (Wonogiri, Solo Klaten) juga masih proses, yang sudah berjalan yaitu Burjo (Kebumen dan Purworejo),” lanjutnya. Selain itu, jalur Wonosegoro yang meliputi Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, juga akan dilaksanakan pembangunannya.

Sementara itu pengelolaan air juga terganggu karena adanya alih fungsi lahan yang berada di hulu karena tidak mengacu kepada RTRW. ”Karena semakin alih fungsi lahan dilakukan tanpa melihat dampak lingkungannya, itu akan berbahaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Irigasi dan Air Baku Dinas PSDA Jawa Tengah, Ketut Arsa Indrawatara menjelaskan pembangunan SPAM dilakukan secara bertahap. Saat ini baru jalur Bergas yang sudah selesai pembagunannya, sehingga hanya menunggu untuk difungsikan.