Alih Fungsi GPA Ditolak Warga Ambarawa

479

UNGARAN-Usulan pembongkaran Gedung Pemuda Ambarawa (GPA) dan Sub Terminal Ambarawa untuk dialihfungsikan menjadi taman kota, ditentang warga dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Semarang. Mereka lebih berharap, Pemkab Semarang melakukan revitalisasi GPA.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto, salah satu yang menyatakan ketidaksetujuannya jika GPA dibongkar dan dialihfungsikan sebagai taman kota. Sebab bangunan yang bernilai miliaran rupiah tersebut, sampai saat ini masih dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat.

“Kata siapa GPA tidak dipakai. Sampai saat ini, masih difungsikan untuk olahraga, seperti latihan olahraga, seminar, pameran buku, acara pernikahan maupun kegiatan pertemuan masyarakat. Jadi harus dipertahankan,” kata Said, Senin (15/2) kemarin.

Menurut Said yang perlu dilakukan justru memperbaiki GPA. Sehingga GPA lebih representatif. Jika ingin dibuat taman kota, bisa mengubah Museum Palagan Ambarawa.

“Bisa menggunakan Museum Palagan asal tetap memelihara ornamen dan nilai sejarah yang ada. Apalagi pendapatan dari museum tersebut hanya sekitar Rp 33 juta per tahun,’’ ungkapnya.

Said menambahkan, untuk Sub Terminal Ambarawa dirinya setuju jika dijadikan fasilitas publik sekaligus tempat parkir. “Misalnya, dibangun dua lantai, yang lantai atas untuk fasilitas publik, sementara lantai bawah untuk parkir. Itu tidak masalah,’’ kata dia.

Pengurus Komunitas Ambarawa, Koko Komarullah, 37, warga Desa Bejalen, Ambarawa mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju, jika GPA dialihfungsikan. Sebab, di Ambarawa hanya ada gedung tersebut yang dapat dimanfaatkan. “Apalagi harga sewanya murah, jadi masyarakat masih memanfaatkan,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono menyampaikan usulan pengalihfungsian Gedung Pemuda Ambarawa dan Sub Terminal Ambarawa tetap akan ditampung.

“Namun tetap akan didiskusikan lewat forum SKPD (satuan kerja perangkat daerah) dan Musrenbang (musyawarah rencana pembangunan). Yang jelas, perlu dievaluasi rencana tata ruangnya seperti apa,” tuturnya. (tyo/ida)