TAK BERIZIN: Deretan bangunan rumah karaoke di Sarirejo tidak memiliki izin karena menyalahi Perda RTRW. (Jpg)
TAK BERIZIN: Deretan bangunan rumah karaoke di Sarirejo tidak memiliki izin karena menyalahi Perda RTRW. (Jpg)
TAK BERIZIN: Deretan bangunan rumah karaoke di Sarirejo tidak memiliki izin karena menyalahi Perda RTRW. (Jpg)
TAK BERIZIN: Deretan bangunan rumah karaoke di Sarirejo tidak memiliki izin karena menyalahi Perda RTRW. (Jpg)

SALATIGA-Puluhan rumah karaoke di kompleks wisata karaoke Sarirejo Salatiga tidak memiliki izin usaha. Upaya dari para pemilik karaoke untuk memperpanjang izin mengalami jalan buntu. Sebab, kawasan tersebut sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) untuk wilayah permukiman penduduk. Akibatnya, mayoritas rumah karaoke di wilayah yang dikenal sebagai Lokalisasi Sembir ini tidak memiliki izin alias ilegal.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT dan PM) Kota Salatiga, Priyono Sudarto, belum lama ini mengatakan, puluhan pengelola rumah karaoke Sarirejo sudah mengajukan permohonan untuk perpanjangan izin usaha, namun karena tidak sesuai dengan peruntukkannya, yakni sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2008 tentang RTRW, sehingga pihaknya tidak bisa memproses permohonan izin tersebut.

Dikatakan, kantor BPPT dan PM sejak berdiri pada 2011 lalu, belum menerbitkan izin baru untuk karaoke, pihaknya hanya memperpanjang izin yang sudah ada, yang sebelumnya diterbitkan oleh Dishubkonbudpar.

”Karena BPPT mendapatkan pelimpahan (tugas) perizinan dari Dishubkonbudpar. Jadi, yang pertama mengeluarkan izin ya Dishubkonbudpar. Jadi, BPPT selama ini sifatnya hanya memperpanjang izin yang sudah ada sebelumnya,” tegasnya.

Dijelaskan, izin karaoke merupakan bagian dari Tanda Usaha Daftar Pariwisata (TUDP), layaknya SIUP. Namun dari TUDP itu nantinya ada spesifikasi, yakni bidang karaoke, hotel, dan sebagainya. (deb/jpg/aro)