KEJAR MEDALI: Ketua Pengprov PSI Jateng Supriyono di arena latihan squash Jateng, Jatidiri. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEJAR MEDALI: Ketua Pengprov PSI Jateng Supriyono di arena latihan squash Jateng, Jatidiri. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEJAR MEDALI: Ketua Pengprov PSI Jateng Supriyono di arena latihan squash Jateng, Jatidiri. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEJAR MEDALI: Ketua Pengprov PSI Jateng Supriyono di arena latihan squash Jateng, Jatidiri. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pengprov Persatuan Squash Indonesia (PSI) Jawa Tengah mengambil langkah strategis dalam persiapannya menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 mendatang di Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung, PSI pekan depan akan mendatangkan pelatih asing untuk memantapkan penampilan para atlet pelatda squash Jawa Tengah sebelum benar-benar tampil di ajang paling bergengsi tersebut.

Pelatih asing tersebut adalah Ahmad Ammedza dari Malaysia. Selama ini Malaysia memang menjadi barometer prestasi squash, tak hanya di tingkat Asia namun dunia. Juara dunia squash, selalu didominasi atlet asal negeri jiran tersebut.

Ketua Pengprov PSI Jateng Supriyono mengatakan, Ahmad Ammedza bukan pelatih sembarangan. Dia telah melahirkan atlet-atlet kelas dunia di Malaysia. Namun Supriyono mengakui, Ammedza tidak lama menangani atlet pelatda squash Jateng. Dia hanya satu pekan melatih dan mencermati karakter para atlet squash Jateng untuk selanjutnya dibenahi tekniknya apabila dirasa ada kekurangan. “Jadi semacam konsultan teknik, selain dia juga melatih langsung di lapangan dalam satu minggu tersebut,” tandasnya, ditemui kemarin.