MUNGKID— Jumlah anggaran ke kas desa di Kabupaten Magelang tahun ini mengalami peningkatan dua kali lipat. Tahun ini APBN mengucurkan anggaran Rp 226,98 miliar untuk 367 desa di wilayah tersebut.

Kasubag Pemerintahan Desa Bagian Tata Pemerintahan, Khoirul Anwar, mengatakan desa-desa di Kabupaten Magelang tahun ini akan dikucuri dana APBN Rp 226,98 miliar. Jumlah itu dua kali lipat lebih dari gelontoran tahun lalu Rp 101,16 miliar.

Dia berharap, proses transfer dana dari pusat tidak lagi mengalami keterlambatan. Karena hal itu itu menjadi kendala dalam pelaksanaan di lapangan.

Salah satu kendala di antaranya adanya kenaikan harga material bangunan, khususnya pasir. “Kenaikan harga bahan bangunan lebih mahal dari yang direncanakan. Meski ada kendala seperti itu, namun seluruh anggaran sudah dapat terserap 100 persen,” ujarnya.

Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP mengatakan, tahun ini aliran dana yang relatif besar ke seluruh desa di Kabupaten Magelang. Sebab itu, dia mengimbau masyarakat untuk ikut memantau dan melakukan perencanaan pemanfaatannya secara matang dan hati-hati.

“Kades dan perangkat desa hendaknya memperhatikan aturan yang ada. Menggunakannya untuk kegiatan yang bermanfaat dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” katanya, kemarin, dalam silaturahmi dengan masyarakat Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur.

Anggota DPRD Kabupaten Magelang Supardi mengatakan problem dana desa adalah tingkat pemahaman yang minim sumber daya manusia (SDM) tentang aturan dan teknis dana desa. Untuk itu, dia mendorong pemerintah daerah harus mematangkan diri untuk mempersiapkan SDM yang memadai. Apalagi tahun lalu pelaksanaan dana desa masih mengalami kendala.