Ribuan Siswa Berantas Sarang Nyamuk

2762
GOTONG ROYONG: Sejumlah siswa SMA N 3 Semarang kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
GOTONG ROYONG: Sejumlah siswa SMA N 3 Semarang kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
GOTONG ROYONG: Sejumlah siswa SMA N 3 Semarang kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
GOTONG ROYONG: Sejumlah siswa SMA N 3 Semarang kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Semarang masih cukup tinggi. Sehingga perlu diwaspadai. Salah satu pencegahan yang dianggap paling efektif adalah kebersihan lingkungan sekitar. Sebagai langkah antisipasi, pihak SMA 3 Semarang menggelar kerja bakti membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi perkembangbiakan nyamuk di lingkungan sekolah.

”Semua wilayah sekolah dibersihkan oleh siswa dan karyawan dengan cara gotong royong. Baiknya mencegah, karena kawasan sekolah merupakan salah satu tempat berkembangnya nyamuk yang biasa mengigit di siang hari ini,” ujar Kepala SMA N 3 Semarang, Bambang Nianto Mulyo, Jumat (12/2) pagi.

Total ada sekitar 1.480 siswa dan 120 guru serta karyawan memberihkan halaman sekolah, kamar mandi, ruang kelas dan beberapa tempat lainnya. ”Kita jalankan instruksi dari Pemprov Jateng, karena sekolah harus bersih dan bebas sarang nyamuk,” katanya.

Bambang berharap perilaku bersih ini tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah saja, melainkan juga di luar sekolah, termasuk di lingkungan rumah. ”Mencegah lebih baik daripada mengobati. Rencananya kegiatan ini akan dilakukan berkala setiap hari Jumat,” tuturnya.

Terpisah Wakil Direktur, RSUD Kota Semarang, Sutikno mengatakan jika pasien DBD di rumah sakit milik pemerintah cukup tinggi. Pada Januari lalu saja tercatat 99 orang dirawat, dan 43 orang juga harus opname hingga pertengahan Februari ini. ”Kasusnya cukup tinggi, selain DBD yang harus diwaspadi saat musim hujan adalah diare,” tambahnya. (den/zal/ce1)