Ribuan Rumah Warga Terendam

Korban Banjir Butuh Bantuan

929
BANJIR : Warga korban banjir Desa Karangjompo, Tirto, Kabupaten Pekalongan, berusaha membersihkan rumahnya agar tidak kemasukan air banjir, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR : Warga korban banjir Desa Karangjompo, Tirto, Kabupaten Pekalongan, berusaha membersihkan rumahnya agar tidak kemasukan air banjir, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR : Warga korban banjir Desa Karangjompo, Tirto, Kabupaten Pekalongan, berusaha membersihkan rumahnya agar tidak kemasukan air banjir, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR : Warga korban banjir Desa Karangjompo, Tirto, Kabupaten Pekalongan, berusaha membersihkan rumahnya agar tidak kemasukan air banjir, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sebanyak 2700-an rumah yang tersebar di Desa Karangjompo, Tegaldowo, Mulyorejo, Jeruksari, Kecamatan Tirto, dan Desa Pecakaran, Api-Api, Wonokerto Wetan, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, terendam banjir. Meski rumah mereka sudah terendam selama sepekan, hingga kini belum mendapatkan bantuan.

Banjir dengan ketinggian 40 hingga 60 sentimeter tersebut, mengakibatkan warga sulit menjalankan kegiatan hariannya. Termasuk untuk memasak, lantaran semua peralatan dapur ikut terendam air banjir. Demikian juga dengan kegiatan beribadah, beberapa musala yang ada di Desa Mulyorejo, Karangjompo, dan Pecakaran ikut terendam air banjir.

Banjir kali ini lebih parah, disebabkan tingginya curah hujan yang dibarengi naiknya air rob. Bahkan, meski hujan tidak turun, banjir tetap saja menggenang di dua kecamatan tersebut.

Warniti, 62, warga Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, mengungkapkan bahwa sejak adanya peninggian jalan di Desa Tegaldowo hingga Mulyorejo, rumahnya selalu kebanjiran dan terendam air hingga 50 sentimeter. Semua peralatan dapur dan pakaian ikut terendam banjir, sehingga dirinya sulit memasak dan mencuci baju.