Pj Wali Kota Targetkan Pekalongan Bebas DBD

418
PAMITAN : Pj Walikota Prijo Anggoro menolak sambutan dengan speaker, karena takut mengganggu pasien di Rumah Sakit (RS) Bendan Kota Pekalongan, Kamis (11/2) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PAMITAN : Pj Walikota Prijo Anggoro menolak sambutan dengan speaker, karena takut mengganggu pasien di Rumah Sakit (RS) Bendan Kota Pekalongan, Kamis (11/2) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PAMITAN : Pj Walikota Prijo Anggoro menolak sambutan dengan speaker, karena takut mengganggu pasien di Rumah Sakit (RS) Bendan Kota Pekalongan, Kamis (11/2) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PAMITAN : Pj Walikota Prijo Anggoro menolak sambutan dengan speaker, karena takut mengganggu pasien di Rumah Sakit (RS) Bendan Kota Pekalongan, Kamis (11/2) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Sebelum resmi meninggalkan Kota Pekalongan, Penjabat (Pj) Wali Kota Pekalongan, Prijo Anggoro BR mengharapkan Pekalongan bebas dari Demam Berdarah Dengue (DBD). Karena itulah, Dinas Kesehatan (Dinkes) harus terus melakukan pencegahan wabah DBD sejak dini melalui bekerja sama dengan instansi-instansi terkait.

Hal tersebut ditegaskan Prijo saat perpisahan dengan petugas medis di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan Kota Pekalongan, Kamis (11/2) kemarin. “Demam berdarah semakin mengancam, jangan sampai ada rakyat yang terkena demam berdarah namun tidak tertangani,” tegas Prijo disaksikan jajaran epala SKPD yang turut hadir.

Pj Wali Kota berpesan kepada seluruh jajaran RSUD untuk lebih memprioritaskan kesehatan rakyat kecil dan lebih meningkatkan pelayanan. Khususnya dalam menghadapi wabah DBD yang terus memakan korban. “Sepeninggal saya nanti, rakyat Pekalongan harus bebas dari nyamuk tersebut. Pencegahan sejak dini harus terus dilakukan sebelum jatuh korban. Melalui pemberantasan jentik-jentik nyamuk yang harus diajarkan kepada siswa di Kota Pekalongan,” serunya.