Pemerintah Tetapkan HPP Jagung Rp 3.200

478
PANEN JAGUNG : Menteri BUMN, Rini Mariani Soemarni didampingi Dirut Perum Perhutani, Mustoha Iskandar, dan masyarakat hutan dalam Panen Raya Jagung di Desa Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan, Kamis (11/2) kemarin. (IDA NL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN JAGUNG : Menteri BUMN, Rini Mariani Soemarni didampingi Dirut Perum Perhutani, Mustoha Iskandar, dan masyarakat hutan dalam Panen Raya Jagung di Desa Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan, Kamis (11/2) kemarin. (IDA NL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN JAGUNG : Menteri BUMN, Rini Mariani Soemarni didampingi Dirut Perum Perhutani, Mustoha Iskandar, dan masyarakat hutan dalam Panen Raya Jagung di Desa Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan, Kamis (11/2) kemarin. (IDA NL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN JAGUNG : Menteri BUMN, Rini Mariani Soemarni didampingi Dirut Perum Perhutani, Mustoha Iskandar, dan masyarakat hutan dalam Panen Raya Jagung di Desa Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan, Kamis (11/2) kemarin. (IDA NL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GROBOGAN-Perum Perhutani memprioritaskan tanaman jagung pada lahan hutan untuk turut memenuhi kebutuhan jagung nasional minimal 1,2 juta ton dari areal seluas 193 ribu hektare. Hal itu bagian dari arahan Presiden Jokowi mengenai optimalisasi lahan Perhutani untuk meningkatkan produktivitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan melalui Integrated Farming System.

“Lahan hutan hanya cocok ditanami jagung, ketimbang padi dan kedelai yang jauh lebih sulit,” kata Dirut Perum Perhutani, Mustoha Iskandar saat mendampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Rini Mariani Soemarno saat Panen Raya Jagung Dalam Kawasan Hutan di petak 31 F Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi yang secara administratif berada di Desa Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan, Kamis (11/2) kemarin.

Karena itu, imbuhnya, Perum Perhutani pada tahun 2016 telah mengalokasikan lahan dalam kawasan hutan untuk tanaman pangan seluas 15.364 hektare untuk padi dan 193.820 hektare untuk jagung dengan Indeks Pertanaman mencapai 1,57. “Dari keluasan lahan tersebut kami menargetkan mampu menghasilkan gabah sebanyak 131.488 ton GKG dan jagung pipil sebanyak 1.220.131 ton,” tuturnya.