ARUS DERAS: Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenasah Muhammad Syafii yang hanyut di Sungai Dulang, Gebang Purworejo. (DOK BASARNAS POS SAR CILACAP)
ARUS DERAS: Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenasah Muhammad Syafii yang hanyut di Sungai Dulang, Gebang Purworejo. (DOK BASARNAS POS SAR CILACAP)
ARUS DERAS: Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenasah Muhammad Syafii yang hanyut di Sungai Dulang, Gebang Purworejo. (DOK BASARNAS POS SAR CILACAP)
ARUS DERAS: Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenasah Muhammad Syafii yang hanyut di Sungai Dulang, Gebang Purworejo. (DOK BASARNAS POS SAR CILACAP)

PURWOREJO—Nasib malang menimpa Muhammad Syafii, 11, warga Desa Bayem Kecamatan Kutoarjo Purworejo. Ia ditemukan tewas tenggelam di Sungai Dulang. Jenasah korban ditemukan tim SAR gabungan, Kamis (11/2) sekitar pukul 09.45. Sebelumnya Syafii dilaporkan tenggelam akibat terseret arus deras saat sedang mandi di Sungai Dulang, Gebang, Purworejo, pada Rabu (10/2) sekitar pukul 15.30 WIB.

Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono menjelaskan, jenasah korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian. “Setelah dievakuasi dari Sungai Dulang, jenasah korban langsung dibawa ke rumah duka, Desa Bayem, Kecamatan Kutoarjo, Purworejo, untuk dimakamkan,” jelasnya.

Mulwahyono mengimbau masyarakat untuk tidak mandi di sungai karena curah hujan saat ini cukup tinggi. Kondisi ini berpotensi mengakibatkan arus sungai menjadi deras. Dalam satu pekan terakhir, Basarnas menerima laporan dua kejadian tenggelam di sungai. Yakni di Sungai Tajum pada Selasa (9/2) dengan korban atas nama Dirman, 56, warga Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas. Jenasah Dirman ditemukan Kamis (11/2), pukul 08.30 WIB. Peristiwa kedua adalah musibah yang menimpa Syafii. (JPG/ton)