WP Rusdiana (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WP Rusdiana (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WP Rusdiana (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Meski bukan menjadi daerah penghasil sapi, Kota Semarang diharapkan tetap menjadi daerah yang mampu memenuhi kebutuhan daging sapi sendiri bagi masyarakatnya. Salah satu yang tengah diupayakan adalah melalui pembibitan sapi.

”Ini sekaligus untuk mengantisipasi ketergantungan pada impor (sapi). Meskipun selalu memotong tapi tidak kekurangan,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, WP Rusdiana kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Ia mengakui, saat ini memang tengah gencar memperbanyak bibit sapi. Selanjutnya bibit tersebut dikembangkan sebagai bahan utama untuk memenuhi kebutuhan daging sapi. Terlebih lagi, tahun ini pemkot bakal menerima bantuan bibit sapi dari pemerintah pusat. ”Kota Semarang mendapat 50 bibit. Sementara Jawa Tengah mendapat 50 ribu bibit,” terangnya mengaku akan menerima bibit sapi jenis Brahman (India).

Bibit-bibit tersebut, lanjut dia, akan dimasukkan kepada sejumlah peternak yang telah sukses di Kota Semarang. Selanjutnya akan dilakukan inseminasi buatan dengan sapi lokal. Menurut dia, jumlah sapi di Kota Semarang saat ini mencapai 5 ribu ekor. Sementara untuk sapi perah hanya 1.500 ekor. Dengan adanya program pembibitan tersebut diharapkan jumlahnya semakin meningkat.

“Peternak di Kota Semarang sudah pintar-pintar. Mereka langsung menjual sapinya kepada konsumen tanpa melalui blantik. Beberapa daerah yang menjadi sentra pengembangan bibit sapi antara lain Gunungpati, Mijen, Tembalang, Banyumanik, Ngaliyan, dan Tugu,” tukasnya. (fai/zal/ce1)