Tampung Eks Gafatar yang Ditolak

301

SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah siap menampung eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang ditolak keluarga. Hal itu ditegaskan Gubernur Ganjar Pranowo. Dalam Rakor Penanggulangan Warga Eks-Gafatar bersama Forkopimda Jateng bersama pemprov asal warga eks Gafatar di Gubernuran kemarin.

”Mereka adalah warga negara yang punya hak untuk mendapat tempat tinggal. Jadi jangan sampai ditelantarkan,” kata Ganjar. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Pemprov Nanggroe Aceh Darusalam (NAD), Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Jambi.

Sementara ini, warga eks Gafatar yang belum dijemput keluarganya masih ditampung di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Tidak ada batasan waktu sampai kapan mereka boleh tinggal di sana. ”Sampai selesai. Kami tidak akan mengusir,” tegas Ganjar.

Dari rapat tersebut, beberapa pemprov bersedia menjemput warga mereka yang saat ini masih ditampung. Namun, mereka meminta verifikasi ulang untuk mengetahui apakah benar-benar warga asli provinsi tersebut. Pasalnya, banyak warga eks Gafatar diketahui sering berpindah-pindah dan sudah berganti KTP.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sri Puryono menambahkan, koordinasi pemulangan eks Gafatar ke daerah masing-masing akan dilakukan via telepon. Pihaknya sudah memberikan kontak yang bisa dihubungi. ”Milik gubernur, saya sendiri, dan Kepala Pengurus Asrama Haji Donohudan agar masing-masing pemprov lebih mudah dan cepat mengurusnya,” ucapnya.

Dari data Kesbangpolinmas Jateng, hingga 9 Februari kemarin, masih ada sebanyak 688 eks Gafatar asal daerah di luar Jateng yang tertampung di Asrama Haji Donohudan. ”287 orang di antaranya berasal dari Kalimantan Barat yang kemarin ikut terangkut ke sini,” pungkas Ketua Kesbangpolinmas Jateng Ahmad Rofai. (amh/ric/ce1)