Mahasiswa Jadi Pengedar Ganja

Pasarnya Sesama Teman Kuliah

527

Hasil penelusuran Polres, tersangka sudah berkali-kali memesan ganja dalam jumlah besar dari Palembang. Dalam catatan polisi, pengiriman ganja sudah berlangsung enam kali.
“Tersangka mengaku mendapatkan barang dari seseorang di Palembang. Bahkan, dia juga sempat membeli ganja seberat 1 kilogram. Hal itu dibuktikan dari catatan pengiriman yang kami lacak dari salah satu agen pengiriman di Magelang,” beber Eko.

AKP Eko menyebut, transaksi terakhir pembelian ganja seberat 249,5 gram, terbungkus dalam tujuh paket kecil. Faisal Bayu membeli barang haram itu seharga Rp 1,7 juta, dibayar via transfer.

“Biasanya dia mengaku membeli satu paket seharga Rp 950 ribuan. Tapi ini beli tujuh paket, harganya cuma Rp 1,7 juta. Katanya harga spesial.”

Kepala Sub-Bagian Humas Polres Magelang, AKP Haris Gunardi menambahkan, tersangka masih menjalani pemeriksaan. Sejumlah barang bukti yang diamankan, antara lain, enam paket ganja, uang tunai, dan satu unit handphone. “Ganja yang berhasil kita amankan hanya enam paket, karena yang satu paket sudah dipakai oleh tersangka.”

Penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. Tidak menutup kemungkinan, selain pemakai, tersangka juga berperan sebagai pengedar. “Tidak mungkin ganja sebanyak itu dipakai sendiri.”

Tersangka terancam dijerat pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal 4 tahun; dan maksimal 12 tahun. Serta denda minimal Rp 800 juta; dan maksimal Rp 8 miliar. (vie/isk)