SEMARANG – Awal tahun diakui oleh kalangan perhotelan merupakan low season. Berbagai event nasional maupun lokal menjadi andalan untuk mengoptimalkan okupansi.

Director Sales Grand Candi Hotel Y Argo Wardono mengatakan, okupansi awal tahun untuk hotel yang berada di kawasan Semarang atas ini mencapai 50 persen. Turun dari yang biasanya antara 70-80 persen.

Menurutnya, penurunan tersebut cukup normal dialami oleh semua hotel. Mengingat pola tahunan, Januari-Februari okupansi menurun, Maret mulai naik, Juni-Juli puncak okupansi, turun lagi pada Agustus, baru kemudian kembali meningkat pada Oktober hingga akhir tahun. “Memang polanya kalau awal tahun seperti ini, okupansi menurun,” ujarnya, kemarin.

Namun demikian, beberapa event pada di bulan Februari, seperti Imlek dan Valentine Day diakuinya sangat membantu. Meski okupansi tidak terlalu baik, namun cukup banyak tamu yang datang untuk merayakan berbagai acara tersebut. “Tiap hari spesial kita memang adakan acara khusus. Imlek ini misalnya, kita hadirkan barongsai maupun jamuan khusus. Demikian juga untuk acara Valentine nanti,” jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Public Relation Aston Hotel Amanda Rosalina Ardine. Diakuinya selama awal tahun ini okupansi tidak terlalu baik. Namun begitu, pihaknya menerima cukup banyak acara, baik dari perusahaan maupun instansi pemerintah. “Sudah ada beberapa acara dari pemerintahan maupun perusahaan yang kami terima. Kebanyakan untuk rapat ataupun acara perusahaan lainnya, karena memang Semarang sendiri merupakan kota MICE, jadi kita tidak banyak mengharapkan dari wisatawan tapi dari para pebisnis,” tandasnya. (dna/smu)