Ninin sempat dipaksakan tampil di Pra-PON yang berlangsung di Jakarta, November tahun lalu untuk mengamankan tiket PON XIX/2016 di Jabar. Setelah memenangkan dua kali pertandingan awal dengan menahan rasa sakit, tiket PON 2016 sudah di tangan. Dia terpaksa berhenti dan tidak melanjutkan pertandingan di perempat final kelas -49 kg karena dikhawatirkan cederanya makin parah. “Yang penting saya sudah dapat tiket PON 2016, kalau dipaksakan mencari medali Pra-PON khawatir cedera makin parah,” ujarnya.

Ketua Umum Pengprov TI Jateng Soegiono Boedisantoso mengatakan, masa depan Ninin sebagai atlet taekwondo masih panjang karena umurnya masih sangat muda. “Saya kira memang tidak menjadi masalah. Ninin masih sangat muda dan masih punya masa depan yang panjang untuk karir teakwondonya. Dia masih bisa bertanding di Olimpiade 2020 di saat usia emasnya,” tandas Soegiono. “Waktu sekitar delapan bulan sebelum PON ini akan kami manfaatkan untuk menyembuhkan cederanya, semoga saja berhasil baik. Ninin salah satu andalan taekwondo Jateng untuk meraih medali emas,” imbuhnya. (smu)