KAIN PREMIUM: Pelaku UMKM memasarkan produk batik sutera tulis asal Sragen di mal Ciputra Semarang kemarin. Batik sutera tulis cukup digemari masyarakat kalangan menengah ke atas. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAIN PREMIUM: Pelaku UMKM memasarkan produk batik sutera tulis asal Sragen di mal Ciputra Semarang kemarin. Batik sutera tulis cukup digemari masyarakat kalangan menengah ke atas. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAIN PREMIUM: Pelaku UMKM memasarkan produk batik sutera tulis asal Sragen di mal Ciputra Semarang kemarin. Batik sutera tulis cukup digemari masyarakat kalangan menengah ke atas. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAIN PREMIUM: Pelaku UMKM memasarkan produk batik sutera tulis asal Sragen di mal Ciputra Semarang kemarin. Batik sutera tulis cukup digemari masyarakat kalangan menengah ke atas. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kain batik sutera bertahan sebagai kain premium. Kualitas dan eksklusifitas kain batik sutra membuat harga kain jenis ini bertahan di level atas. Di antaranya sekian banyak jenis kain batik sutera di Indonesia, jenis batik sutera tulis asal Kliwonan Sragen Jawa Tengah, tergolong berstandar tinggi. Bahkan kain tersebut mampu tembus di harga Rp 12 juta per potong.

Puji Nur Hidayati, 26, penjual batik Dewi Arum asal Sragen mengatakan, batik Kliwonan memiliki kelas dan klasifikasi harga, mulai dari harga Rp 75 ribu untuk batik biasa hingga Rp 12 juta per lembar untuk batik sutera tulis. “Untuk batik jenis sarimbit sutera harganya berkisar Rp 6,5 juta hingga Rp 12 juta,” terangnya, saat ditemui di lokasi pameran batik di lantai 1 Mal Ciputra Kota Semarang, Rabu (10/2) kemarin.

Harga tersebut, menurutnya tergolong murah karena semua produk batik yang dipamerkan di stand miliknya merupakan batik yang diambil langsung dari perajin di Desa Kliwonan Sragen. Sehingga patokan harga yang ditawarkan masih terbilang murah ketimbang sudah masuk di toko. “Ini langsung dari perajin, sehingga harganya lebih murah antara 30 hingga 50 persen dibanding dengan di toko,” katanya.