SESUAIKAN DIRI: Seorang atlet panjat tebing pelatda Jateng saat berlatih di kompleks Jatidiri Semarang beberapa waktu lalu. Saat ini para atlet menjalani latihan di Kledung Pass, Temanggung. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SESUAIKAN DIRI: Seorang atlet panjat tebing pelatda Jateng saat berlatih di kompleks Jatidiri Semarang beberapa waktu lalu. Saat ini para atlet menjalani latihan di Kledung Pass, Temanggung. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SESUAIKAN DIRI: Seorang atlet panjat tebing pelatda Jateng saat berlatih di kompleks Jatidiri Semarang beberapa waktu lalu. Saat ini para atlet menjalani latihan di Kledung Pass, Temanggung. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SESUAIKAN DIRI: Seorang atlet panjat tebing pelatda Jateng saat berlatih di kompleks Jatidiri Semarang beberapa waktu lalu. Saat ini para atlet menjalani latihan di Kledung Pass, Temanggung. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng telah memutuskan untuk memindahkan pemusatan latihan daerah (Pelatda) dari Semarang ke Kledung Pass, Temanggung. Pelatda digeser lantaran PON XIX mendatang cabang olahraga panjat tebing akan digelar di Cikole, Lembang, Bandung, yang memiliki kondisi suhu yang hampir sama dengan kabupaten berhawa sejuk itu.

“Lembang itu memiliki ketinggian 1.400 mdpl. Sejak sekarang sudah harus mulai dibiasakan atlet berlatih di tempat yang cukup dingin,” kata Ketua FPTI Jateng, Iik Suryati Azizah, dihubungi kemarin.

Iik beralasan, di kompleks Stadion Jatidiri, yang selama ini menjadi lokasi Pelatda cukup panas. Atlet diharapkan bisa beradaptasi dengan cuaca dingin, pada saat turun dalam pertandingan yang sebenarnya. “Di tempat tinggi itu kan oksigennya semakin menipis, hal ini sudah mulai harus dipersiapkan,” tuturnya.