Talut Hanya Berumur Setahun

320
DIBANGUN TAHUN LALU : Warga menunjukkan lokasi longsor yang ada di bibir jalan Magelang-Purworejo, kemarin. (MUKHTR LUTFI/RADAR KEDU)
DIBANGUN TAHUN LALU : Warga menunjukkan lokasi longsor yang ada di bibir jalan Magelang-Purworejo, kemarin. (MUKHTR LUTFI/RADAR KEDU)
DIBANGUN TAHUN LALU : Warga menunjukkan lokasi longsor yang ada di bibir jalan Magelang-Purworejo, kemarin. (MUKHTR LUTFI/RADAR KEDU)
DIBANGUN TAHUN LALU : Warga menunjukkan lokasi longsor yang ada di bibir jalan Magelang-Purworejo, kemarin. (MUKHTR LUTFI/RADAR KEDU)

MUNGKID—Longsor yang terjadi di pinggir ruas jalan Magelang-Purworejo—tepatnya di Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman— terjadi akibat bangunan penyangga tidak kuat. Padahal, talut untuk melindungi jalan tersebut baru dibuat pada 2015 lalu.

Sebelumnya diberitakan bahwa jurang di pinggir jalan tersebut longsor. Pohon perindang dan senderan jalan sepanjang 15 meter dengan kedalaman 20 meter, ikut ambrol ke bawah. Sehingga membahayakan ruas jalan nasional tersebut.

Warga terpaksa menerapkan sistem buka tutup saat melintasi kawasan itu. Longsor terjadi pasca-kawasan itu diguyur hujan deras selama beberapa hari.

Staf Teknis UPT Bina Marga Wilayah Magelang, Slamet Suyitno mengatakan, longsornya senderan jalan yang baru diperbaiki pada 2015 lalu, karena faktor alam. Artinya, bukan karena konstruksi.