Talud Jembatan Pringgodani Timpa Rumah Warga

Baru Sebulan Diresmikan

506
TUNTUT GANTI RUGI : Fauzan, warga Desa Surabayan, Kecamatan Wonopringgo, saat menunjukkan rumahnya yang rusak setelah tertimpa longsor talud Jembatan Pringgodani, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUT GANTI RUGI : Fauzan, warga Desa Surabayan, Kecamatan Wonopringgo, saat menunjukkan rumahnya yang rusak setelah tertimpa longsor talud Jembatan Pringgodani, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUT GANTI RUGI : Fauzan, warga Desa Surabayan, Kecamatan Wonopringgo, saat menunjukkan rumahnya yang rusak setelah tertimpa longsor talud Jembatan Pringgodani, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUT GANTI RUGI : Fauzan, warga Desa Surabayan, Kecamatan Wonopringgo, saat menunjukkan rumahnya yang rusak setelah tertimpa longsor talud Jembatan Pringgodani, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Belum genap satu bulan diresmikan Bupati Pekalongan, Amat Antono, talud Jembatan Pringgodani yang menjadi penahan jembatan sudah ambles Minggu sore (7/2) lalu dan menimpa atap dan ruang tamu rumah milik Fauzan, 46, warga Desa Surabayan, Kecamatan Wonopringgo. Padahal jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Kedungwuni dan Wonopronggo, Kabupaten Pekalongan.

Akibat talud ambles tersebut, Jalan Raya Wonopringgo menjadi macet, lantaran salah satu akses jalan pada Jembatan Pringgodani ditutup, Selasa (9/2) kemarin. Sedangkan Fauzan, menuntut ganti rugi kepada PT Duta Mas Indah selaku rekanan pembuat Jembatan Pringgodani yang menyebabkan rumahnya rusak tertimpa longsoran talud.

Fauzan saat ditemui di rumahnya yang rusak mengungkapkan bahwa jauh-jauh hari sebelum kejadian, tepatnya pada saat pembangunan talud dirinya sudah mengingatkan rekanan agar pembuatan talud dibuat sekokoh mungkin, yakni dengan membuat talud baru. Bukan menindih talud lama yang sudah ada seperti yang dilakukan saat ini. Akibat bangunan talud yang tidak kokoh tersebut, tidak kuat menahan beban yang ada di atasnya.