SEMARANG – Simulasi penanggulangan kebakaran bagi masyarakat dan para pelajar wajib digalakkan. Hal itu dikatakan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat menerima kunjungan kerja Direktur Manajemen Pengendalian Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri Sutejo di ruang kerjanya, Selasa (9/2).

Melalui pemahaman cara penanggulangan kebakaran, diharapkan bisa meredam kepanikan dan warga segera bertindak melakukan langkah penyelamatan saat terjadi kebakaran. Menurutnya, simulasi jauh lebih mudah difahami ketimbang memberikan teori pencegahan dan penanganan kebakaran. ”Umpama kita kerja sama dengan dinas pendidikan. Ada satu hari latihan dengan siswa. Saya berharap setahun dua kali simulasi,” kata Ganjar.

Hal itu dilakukan agar siswa mengetahui mana yang bunyi simulasi, mana yang suara tanda kebakaran sungguhan. ”Supaya mereka tahu kalau terjadi kebakaran harus lari ke mana,” katanya.

Sementara itu, Direktur Manajemen Pengendalian Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri, Sutejo mengatakan pihaknya telah menyelenggarakan simulasi kebakaran secara rutin. Antara lain dengan melibatkan petugas pemadam kebakaran, pemerintah kabupaten/kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI). ”Dan instansi terkait lain diundang untuk menghadiri pelatihan pencegahan dan pengendalian kebakaran,” katanya.

Sehingga pihak terkait tersebut diharapkan akan menularkan ilmu yang mereka peroleh di daerah masing-masing. ”Standar kita sudah ada. Response time itu maksimal 15 menit. Ketika ada laporan kebakaran, sebenarnya sebelum 15 menit pemadam kebakaran sudah datang. Sehingga penting bagi tiap daerah untuk menyusun peta tentang titik-titik potensi kebakaran,” jelas Sutejo.

Sutejo mengatakan, pihaknya akan menyinergikan Standar Operasional Prosedur (SOP) petugas pemadam kebakaran antarinstansi melalui rapat koordinasi nasional (rakornas) dalam rangka memperingati Hari Pemadam Kebakaran mendatang. ”Jadi, petugas damkar di mana pun berada itu standarnya sama. Kalau menghadapi kebakaran, mereka bisa bergabung dengan segala lini,” katanya. (ewb/zal/ce1)