UNGARAN-Rencana penataan Sungai Bade di Dusun Kedung Gondang, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang terkendala lahan. Sebab untuk meluruskan sungai yang berkelok mengelilingi dusun tersebut dibutuhkan pembebasan lahan milik warga.

Padahal di Dusun Kedung Gondang yang dihuni 70 kepala keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa selalu terancam bencana banjir karena luapan Sungai Bade. Bahkan sudah ada 3 rumah yang posisinya didekat bibir sungai harus dipindahkan. Sebab tanahnya ambrol terkikis arus deras Sungai Bade.

“Memang di sana sudah ada 3 rumah warga yang harus dipindahkan lantaran terancam longsor. Sebab tanah tempat didirikan rumah, longsor tergerus arus Sungai Bade,” tutur Kepala bidang Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Supratmono, Selasa (9/2) kemarin.

Menurut Supratmono, untuk menangani permasalahan di Dusun Kedung Gondang butuh pelurusan Sungai Bade, agar sungai tidak berkelok-kelok. Hanya saja, pelaksanaan pelurusan sungai itu dibutuhkan pembebasan lahan milik warga.

Bahkan, kebutuhan tanah untuk pelurusan sungai itu sepanjang 300 meter dengan lebar 30-40 meter. Selanjutnya untuk bekas sungai tersebut akan ditutup, sehingga air tidak balik lagi ke sana.

“Kendala kami adalah lahan. Jika warga setuju lahannya dipakai, ya tinggal izin ke Balai Besar dan dilanjutkan pelaksanaannya. Jika sungai itu diluruskan, dusun terbebas dari banjir dan longsor akibat tanah tergerus derasnya air sungai,” imbuhnya.