Muslimat Ajak Warga Ikuti Program KB

281
MERIAH : Ratusan ibu mengikuti program KB yang digelar oleh Muslimat NU Kabupaten Magelang di sekretariat YKM NU Kecamatan Candimulyo, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
MERIAH : Ratusan ibu mengikuti program KB yang digelar oleh Muslimat NU Kabupaten Magelang di sekretariat YKM NU Kecamatan Candimulyo, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
MERIAH : Ratusan ibu mengikuti program KB yang digelar oleh Muslimat NU Kabupaten Magelang di sekretariat YKM NU Kecamatan Candimulyo, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
MERIAH : Ratusan ibu mengikuti program KB yang digelar oleh Muslimat NU Kabupaten Magelang di sekretariat YKM NU Kecamatan Candimulyo, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID—Pengurus Muslimat NU gencar menyosialisasikan program keluarga berencana (KB). Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kepala Bidang Organisasi Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Jawa Tengah Wilayah Kerja I, Kautsar Assyofiah mengatakan, pihaknya tengah gencar menggerakkan program KB di seluruh kabupaten di Jawa Tengah. Untuk memacu tingginya partisipasi muslimat NU, pihaknya menggelar lomba akseptor KB tingkat kabupaten.

“Muslimat di tingkat kabupaten yang mengikuti lomba ini. Penilaian dari kuantitas peserta akseptor KB di tiap-tiap kabupaten,” kata Kautsar usai meninjau lomba tersebut di sekretariat Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Kecamatan Candimulyo, kemarin.

Menurut dia, kegiatan ini mendorong masyarakat agar membatasi dan mengatur kelahiran anak. Muslimat menilai, pengaturan kelahiran akan membuat kasih sayang dan pendidikan kepada anak, menjadi lebih baik. “Untuk melahirkan anak berkualitas, maka kelahiran harus dibatasi. Ini juga baik bagi kesehatan ibu dan anak.”

Pengurus YKM NU lainnya, Sofiah Ali, menambahkan, sasaran kegiatan ini adalah pasangan usia subur, pasangan yang sudah tidak ingin memiliki anak lagi, dan ibu hamil. Ketua PC Muslimat Kabupaten Magelang Nur Istikomah mengatakan, dalam sehari, pihaknya bisa meraih sebanyak 152 akseptor KB baru. Baik implan maupun spiral (IUD).

Tiga bulan ke depan, ia berharap bisa meraih minimal 500 peserta KB baru. “Tahun 2013 kami bisa juara 2, jadi sekarang kami harap bisa lebih baik. Sejak 2011 kami aktif mengampanyekan pentingnya mengikuti program KB.” (vie/isk)