MOLOR: Ratusan pedagang Johar antre saat lanjutan pengundian lapak di tempat penampungan sementara Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MOLOR: Ratusan pedagang Johar antre saat lanjutan pengundian lapak di tempat penampungan sementara Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MOLOR: Ratusan pedagang Johar antre saat lanjutan pengundian lapak di tempat penampungan sementara Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MOLOR: Ratusan pedagang Johar antre saat lanjutan pengundian lapak di tempat penampungan sementara Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Proses relokasi pedagang Pasar Johar menuju tempat penampungan sementara di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang dalam waktu dekat akan segera dilakukan. Namun pihak pedagang mengaku masih menyayangkan kondisi lokasi yang belum memungkinkan untuk berjualan.

”Sebenarnya kami sudah ingin pindah secepatnya ke lapak sementara. Ternyata, kondisinya belum dilengkapi fasilitas yang memadai,” keluh Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Suwanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (9/2).

Ia menjelaskan, bangunan pasar sementara di kawasan MAJT memang telah selesai dikerjakan. Akan tetapi, bangunan tersebut belum layak ditempati karena masih berupa los tanpa dilengkapi bangunan pelengkap yang memadai. Dalam hal ini, Dinas Pasar justru menyerahkan kembali kepada pedagang untuk melengkapinya sendiri.

”Para pedagang Pasar Johar itu merupakan korban kebakaran yang semestinya dipikirkan serius penanganannya. Kasihan, mereka sudah tidak punya apa-apa lagi,” katanya.