PRAKTIK KERJA: Alumni Siswa SLB Dena Upakara dan Don Bosco sibuk bekerja di bengkel. Peluang kerja ini bagian dari program Protecda dalam penumbuhan kemandirian alumni. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
PRAKTIK KERJA: Alumni Siswa SLB Dena Upakara dan Don Bosco sibuk bekerja di bengkel. Peluang kerja ini bagian dari program Protecda dalam penumbuhan kemandirian alumni. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
PRAKTIK KERJA: Alumni Siswa SLB Dena Upakara dan Don Bosco sibuk bekerja di bengkel. Peluang kerja ini bagian dari program Protecda dalam penumbuhan kemandirian alumni. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
PRAKTIK KERJA: Alumni Siswa SLB Dena Upakara dan Don Bosco sibuk bekerja di bengkel. Peluang kerja ini bagian dari program Protecda dalam penumbuhan kemandirian alumni. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO–Program inovasi pendidikan dilakukan oleh Sekolah Luar Biasa (SLB) Dena Upakara dan Don Bosco Wonosobo. Sekolah bagi siswa berkebutuhan khusus tunawicara dan tunarungu tersebut, membuat program Protecda. Sebuah program bagi alumni agar tumbuh kemandirian dalam bekerja.

Protecda merupakan akronim dari Productivity Training And Education Center for The Deaf Alumni. Sebuah program sarana belajar, sekaligus mendorong produktivitas para alumni sekolah tunarungu untuk memasuki dunia kerja. Program Protecda kemarin diluncurkan di salah satu gedung SLB Don Bosco.

Tampak ruangan gedung disulap menjadi bengkel kerja spesialis baja. Deretan teralis jendela bahkan sudah siap untuk dipasarkan. Empat anak berkebutuhan khusus, tengah konsentrasi dengan pekerjaannya masing-masing.